LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Sunday, September 25, 2011

Puisi di saat yang nulis lagi susah tidur

Kali ini gue mau nge-share tulisan gue. ntah apa spesiesnya gue juga ga tau.
waktu gue bikin tulisan ini, gue lagi ga bisa tidur, tiba-tiba urat keisengan gue pun muncul. ga tau kesambet apaan, gue ngambil pulpen dan kertas. eh gue corat-coret-coret-coret-curut aja tuh kertas.. dan jadilah sebuah tulisan, sejenis puisi tapi tak bersajak, gak beraturan seperti muka gue, dan acak-acakan seprti rambutnya temen gue. iya, tapi nggak bau kali!
gue coba nanyain ke temen gue yang ngerti soal puisi. katanya sih puisi yang gak bersajak itu namanya puisi kontem.. ah kontempo apa ya? emm, bentar gue inget-inget dulu ya. aha! mungkin kontemporer deh kayanya. gue lupa dan gue makin gak ngerti.
tapi bagi gue ini bukan puisi, mungkin sejenis Elegi. hmm.. ya, mungkin.
yaudah langsung aja.. ini tulisan gue yang gue judulin Elegi insomnia. cekidot bekicot!





Saat malam tiba
Entah kenapa mata ini sulit untuk terpejam
Seperti Dua tangan yang erat bergandengan
Tak mau dipisahkan..

Saat malam tiba
Kurasa.. tak sengaja benakku menangkap bayanganya
Bayangannya yang tlah berkontaminasi rindu
Dengan liar rindu itu berkeliaran di kepalaku
Rindu itu mulai membuatku ragu
Rindu yang tak bisa mempertemukan Dia dengan Ku
Dia? Ya, Dia adalah rasa kantukku..

Saat malam tiba
Kurasa kantuk selalu gagal melakukan gerilyanya
Seperti ada benteng kokoh yang ada di dua buah mata..

Saat malam tiba
Terdengar sebuah lagu menemani malamku
Lagu yang tlah mendoktrin mata dan jalan fikiranku
Lalu, menyeret dan menikam rasa kantukku
Kemudian membuangnya ke dalam surga pengecualian
Ya, bidadari mimpi adalah pengecualianya..

Saat malam tiba
Hatiku selalu memberontak sepi
Sepi? Hah! Dialah yang tlah memenjarakanku
Mataku diborgol olehnya
Kantukku diintimidasi olehnya
Tidurku diinterfensi olehnya
Kasurku pun dimusuhi olehnya..

Saat malam tiba, di sudut kehidupanku sana
Aku melihat mereka berpelukan, mereka berjabat tangan
Hmm.. rupanya mereka tlah berkonspirasi
Mereka bertukar peran
Mereka adalah siang dan malam..

Saat malam tiba
Insomnia selalu membuatku mengerti
Perlu pengorbanan untuk mendapatkan suatu mimpi..


Elegi insomnia.


0 komentar:

Post a Comment